Ilman

Ilman

fuja

fuja

Ta'lim wa ta'lum

Ta'lim wa ta'lum

pUi ku..

pUi ku..

E.4115.YA

E.4115.YA

Minggu, 03 Januari 2010

JAWABAN IT

1. a. Perangkat keras (Hardware) adalah perangkat keras terdiri dari semua mesin dan peralatan pada sistem komputer. Perangkat keras mencakup keyboard,layar,printer,casing komputer, dan alat pemroses itu sendiri atau prosesor (CPU). Perangkat keras tidak berarti apa-apa jika tidak ada perangkat lunak.

b. Perangkat lunak ( Sofhware ) adalah terdiri dari intruksi-intruksi elektronik yang meminta komputer untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu. Intruksi-intruksi tersebut dibuat oleh pengembang perangkat lunak dalam bentuk tertentu (misalnya CD,disket,dsb) yang bisa diterima/dijalankan oleh komputer. Contohnya : Microsoft Windows dan Office XP.

2, Multimedia adalah diambil dari kata multi:banyak sedangkan media : media/perantara.jadi Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menajubkan. Dan mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi.bagi pengguna komputer multimedia dapat di artikan sebagai informasai komputer yang dapat di sajikan melalui audio atau video ,teks, grafik dan animasi untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih baik.

3.O> Modem adalah singkatan dari Modulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier ) dan siap untuk dikirimkan , sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan keduanya, artinya modem adalah alat kominikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua arah umumnya menggunakan bagian yang disebut ”modem”, Seperti VSAT, Microwave Radio, dls, namun umumnya istilah modem lebih di kenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.

O>RAM ( Random Acces Memory ) adalah salah satu memory didalam komputer yang bersifat sementara (apabila komputer dimatikan maka semua intruksi maupun data yang ada di memory akan hilang ) yang digunakan untuk menampung intruksi atau program, untuk memproses data-data yang telah diproses dan menunggu untuk dikirim ke output device, secondary storage atau juga communication devise. Sebagai contoh didalam task manager di bagian processes ada memory usage nah program2 itu disimpan sementara di dalam ram.
O> Hardisk adalah merupakam salah satu media penyimpan data pada computer yang terdiri dari kumpulan piringan magnetis yang keras dan berputar. Serta komponen-komponen elektrik lainnya. Hard disk menggunakna piringan data yang disebut dengan platter, yang pada kedua sisinya dilapisi fdengan suatu material yang dirancang agar bisa menyimpan informasi secara magnetis.


4. On line adalah tersambung,terhubung dengan jaringan pada saat yang bersamaan. Contoh : Bank BRI Online, Facebook, artinya pada saat yang sama kita bisa transaksi dari atau ke BRI, Facebook mana saja yang Online. Komunikasi on line banyak dipakai dalam bisnis,jasa, perorangan dan instusi pendidikan.

5. download adalah mengambil data atau file dari komputer server, bisa melalui jaringan internet bisa juga melalui jaringan lokal.

6. Koneksivitas adalah fondasi Era Informasi. Koneksitas menyediakan akses online pada informasi dan layanan yang tidak terhitung banyaknya. Koneksitas sebagai perluasan jaringan komputer telah memungkinkan, misalnya : email dan belanja online.


7. kegunaan password adalah untuk keamanan pengguna E Mail

8. Manfaat E mail adalah :
1. bisa up load(mengirim) n download(menerima)file-file
Misalnya : picture, video, music,data office,dll
2. berkirim pesan kayak surat pos tapi ini versi digital,cepat lagi, tanpa menunggu
Berhari-hari untuk baca isi surat dlm hitungan menit,kalau koneksi inernet cepat.

3. bisa sebagai organizer sama dalam fungsi handphone juga, bisa menyimpan no contact
Calendar dll.
4. ada fitur-fitur tersembunyi lainnya,jika di telesuri.

9. Blog adalah singkatan dari web log,yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997, Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Jadi secara garis besar Weblog dapat di artikan sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah. Seperti karya tulis, kumpulan link internet, document-dokument( file-file Word.PDE,dll) gambar ataupun multimedia.
Para blogger ( pembuat blog ) adalah jurnalis atau penulis buku harian yang bisa menyajikan kehidupan seperti apa adanya,dengan kata-kata, foto, suara, maupun sentuhan seni.

10. Kelebihan dan Kekurangan IT dari dunia pendidikan adalah memudahkan proses belajar ,kita lihat IT adalah sesuatu yang universal, bahkan internet telah memasuki 99% kampus untuk tujuan akademik, sebagioan mahasiswa memanfaatkan email untuk membuat janji dengan Profesor (62%),mendiskusikan (58%) atau meminta penjelasan terhadap tugas (75%),hamper mahasiswa mengatakan bahwa mereka online untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.
Selain menggunakan internet dalam pengajaran kuliah, para dosen memanfaatkan perangkat lunak presentasi/semacam Microsoft Power Point untuk menampilkan bahan kuliah atau materinya. Salah satu perkembanagan yang cukup direspons positif adalah pembelajaran jarak jauh atau e-learning, sebuah nama untuk program pendidikan secara online.




11. http//isdulwebsite.blogspot.com/
Tutorial Microsoft Excel


Tua Namora Nainggolan dan Team Kursus Komputer Trainee Jepang
cokubear@yahoo.co.jp



I. Mengenal Microsoft Excel
Microsoft Excel, untuk selanjutnya disingkat Excel, adalah program aplikasi yang banyak digunakan untuk membantu menghitung, memproyeksikan, menganalisa, dan mempresentasikan data. Disini kita akan banyak bersinggungan dengan metode2 pembuatan tabel dan grafik yang sangat dibutuhkan sekali dalam penyusunan data2 perusahaan, hasil2 penelitian, maupun dalam pembuatan makalah pribadi.


II. Bekerja dengan Microsoft Excel

A. Lembar Kerja Microsoft Excel
Sebelum mulai memasuki pembahasan Microsoft Excel, ada baiknya kita mengenal lebih dulu bagaimana tampilan Microsoft Excel itu, beserta beberapa istilah2 umum yang akan digunakan. Beberapa istilah2 umum yang diberikan pada gambar dibawah ini akan banyak digunakan dalam pembahasan selanjutnya, sehingga akan lebih baik bila kita menghafalkannya dengan baik.

Gambar 1. Tampilan Microsoft Excel dan beberapa istilah penting

B. Memindahkan Penunjuk Sel (Cell Pointer)
Ada beberapa cara untuk memindahkan cell pointer. Untuk lengkapnya silahkan lihat table dibawah.

Tabel 1. Beberapa Cara Memindahkan Cell Pointer

Tombol Keterangan

Pindah satu sel ke kiri, kanan, atas atau bawah
Enter Pindah satu sel ke bawah
Home Pindah ke kolom A pada posisi baris yang aktif
Ctrl + Home Pindah ke sel A1 pada lembar kerja yang aktif
Ctrl + End Pindah ke posisi sel terakhir yang sedang digunakan
PgUp Pindah satu layer ke atas
PgDn Pindah satu layer ke bawah
Alt + PgUp Pindah satu layer ke kiri
Alt + PgDn Pindah satu layer ke kanan
Ctrl + PgUp Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar kerja berikutnya
Ctrl + PgDn Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar kerja sebelumnya
C. Memasukkan Data ke Lembar Kerja
Berbagai jenis data dapat dimasukkan ke dalam lembar kerja seperti teks, nilai, tanggal, jam dan lain sebagainya. Untuk memasukkan data ke dalam suatu sel, dapat mengikuti langkah berikut ini :
1. Pilih atau klik sel tempat anda akan memasukkan data
2. Ketikkan data yang ingin dimasukkan
3. Tekan Enter atau tombol arah panah atau tombol PgUp dan PgDn

D. Memperbaiki Kesalahan Pengetikan
Bila ada kesalahan pengetikan data, anda dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah2 berikut ini :
1. Pilih sel yang datanya ingin diperbaiki, lalu tekan F2. Atau klik tombol kiri maouse 2 kali pada sel yang datanya ingin diperbaiki.
2. Selanjutnya perbaiki data yang salah tersebut dan tekan tombol Enter bila sudah selesai.

E. Menggunakan Rumus
Anda dapat memasukkan rumus yang berupa instruksi matematika ke dalam suatu sel pada lembar kerja. Operator hitung yang dapat digunakan diantaranya adalah + (penjumlahan), -(pengurangan), * (perkalian), dan ^ (perpangkatan).

Untuk mengenali cara penggunaannya, terlebih dahulu marilah membuat table seperti gambar 2 dibawah ini.
Gambar 2. Tabel Upah Kerja

Untuk mengisi sel E5 yakni Total Upah yang Diterima, dapat ditempuh dengan beberapa cara.

① Menulis Rumus dengan Menggunakan Angka Tetap
a. Tempatkan penunjuk sel pada posisi yang diinginkan (dalam contoh ini E5)
b. Ketik rumus “=48*3500” pada kolom baris rumus dan tekan Enter.
Catatan : Penulisan rumus selalu diawali dengan lambng sama dengan (=).

② Menulis Rumus dengan Referensi Sel
a. Tempatkan penunjuk sel pada posisi yang diinginkan (dalam contoh ini E5)
b. Ketik rumus “=E3*E4” pada kolom baris rumus dan tekan Enter.
Catatan : Dengan menggunakan cara ini, bila data di sel E3 &(atau) E4 diubah, maka hasil di sel E5 pun akan ikut berubah.

③ Menulis Rumus dengan Cara Menunjuk
Dengan menggunakan keyboard atau mouse :
a. Tempatkan penunjuk sel pada posisi yang diinginkan (dalam contoh ini E5)
b. Ketik “=” pada kolom baris rumus
c. Pilih atau klik sel E3, lalu ketik “*”
d. Pilih atau klik sel E4 lalu tekan Enter.

F. Membuat Range/Blok Sel
Pada saat bekerja menggunakan Excel, kita tidak hanya bekerja dalam satu sel saja. Terkadang, anda akan bekerja dalam grup/kumpulan sel. Misalnya saja bila anda ingin merubah jenis huruf beberapa kolom dan (atau) baris, ingin merubah rumus beberapa kolom dan (atau baris), copy-paste atau mendelete data beberapa kolom dan(atau) baris, dll. Dalam kondisi2 seperti ini, anda dapat menggunakan range/blok sel ini untuk memudahkan kerja anda.

Range dinamakan menurut alamat sel di ujung kiri atas sampai ujung kanan bawah. Sebagai caontoh, range dari sel B2 sampai E7 dituliskan sebagai range B2:E7. (lihat Gambar 3).
Gambar3. Tampilan Range B2:E7

Range/blok sel dapat dibuat dengan beberapa cara :
① Membuat Range Menggunakan Tombol Shift
a. Tempatkan penunjuk sel awal range/bagian awal sel yang ingin diblok, yaitu B2 (lihat Gambar 3).
b. Sambil menekan Shift, tekan tombol anak panah sampai sel tujuan, yaitu E7

② Membuat Range Menggunakan Mouse**
a. Klik sel yang merupakan sel awal range, yaitu B2. Pointer/penunjuk mouse harus barada dalam keadaan tanda plus warna putih (tunjuk ke dalam sel, bukan tepi sel). (lihat Gambar 3).
b. Sambil tetap menekan klik kiri mouse, gerakkan mouse (drag) ke sel tujuan, yaitu sel E7.

③ Membuat Kolom atau Baris
Suatu kolom atau baris dapat disorot dengan mengklik huruf kolom atau nomor baris yang anda inginkan. Misalnya cukup klik huruf kolom B bilai ingin menyorot seluruh kolom B.

④ Menyorot Sederetan Kolom atau Baris
Untuk menyorot sederetan kolom (misalnya B, C, D) atau sederetan baris (misalnya 3, 4, 5) dapat dilakukan dengan mengikuti langkah berikut ini :
a. Klik di huruf kolom atau di nomor baris awal (di contoh ini adalah B atau 3)
b. Sambil tetap menekan tombol mouse kiri, geserlah(drag) pointer(penunjuk) mouse hingga menyorot seluruh baris itu (di contoh ini adalah D atau 5).


Gambar4. Menyorot Sederetan Kolom



G. Menghapus Data
Untuk menghapus data di suatu sel atau range tertentu, pindahkan sel ke, atau buatlah range tempat yang ingin dihapus, lalu tekan tombol Delete. Dan bila ingin menghapus format tampilan data/sel dapat dilakukan dengan memilih dan mengklik menu Edit, Clear, Formats.

H. Memasukkan Rangkaian Data dengan Fasilitas AutoFill
Untuk memasukkan data berupa angka atau teks dengan fasilitas AutoFill, dapat dilakukan dengan mengikuti langkah2 berikut ini :
1. Pilih/klik sel tempat posisi awal dari rangkaian data yang ingin anda buat. Misalnya pilih/klik sel B2.
2. Ketik data awal yang anda inginkan. Misalnya teks “Jan” (January)
3. Pada sel berikutnya (sel dibawah/B3 atau disampingnya/C2) ketik data berikutnya yang anda inginkan. Misalnya di B3 ketik “Feb” (February)
4. Sorot/bloklah B2:B3. (Lihat Gambar5)
Gambar5. Tampilan Data Awa

5. Dalam keadaan masih tersorot, arahkan penunjuk/pointer mouse ke pojok kanan bawah sel B3 hingga tanda plus putih berubah menjadi plus hitam
6. Tekanlah tombol kiri mouse dan geser/drag posisi pointer mouse ke sel yang diinginkan misalnya B12. Dengan ini rangkaian data angka dapat ditampilkan. Lihat Gambar 6.


Gambar6. Hasil Rangkaian Data dengan Teknik AutoFill

I. Menggunakan Fasilitas AutoCalculate dan AutoSum

① AutoCalculate
Fasilitas AutoCalculate (penghitungan otomatis) digunakan untuk melakukan penghitungan dengan cepat dan mudah dari data2 yang cukup banyak dalam suatu range tertentu. Didalam fasilitas AutoCalculate ini terdapat 6 buah perintah, yakni perintah otomatis untuk menghitung rata2 (Average), jumlah data (Count), banyak data angka (Count Nums), nilai max (Max), nilai min (Min), dan jumlah data angka (Sum).

Cara menggunakannya adalah sebagai berikut :
1. Sorot range data yang akan dikalkulasi/hitung. Misal sorot range C7:C12 dari data seperti dibawah ini.

Gambar7. Contoh Penggunaan AutoCalculate

2. Klik tombol kanan mouse di baris status, dan pilihlah jenis kalkulasi yang anda inginkan. Misalkan pilihlah Average(A) untuk menghitung rata2 data.
3. Hasilnya akan ditampilkan di baris status.

② AutoSum
Fungsi AutoCalculate diatas adalah untuk menghitung cepat data2 yang cukup banyak, tetapi tidak dapat menuliskan secara otomatis di lembar kerja anda. Khusus untuk penjumlahan (Sum), ada cara mudah lain untuk melakukannya yang sekaligus juga dapat langsung menuliskannya ke lembar kerja anda. Caranya adalah dengan menggunakan tombol toolbar AutoSum (Σ).

Misalnya dalam contoh diatas, bila kita ingin menuliskan total unit, letakkan pointer mouse ke tempat yang kita inginkan (misalnya C13), lalu tekan tombol Σ di toolbar. Selanjutnya sorot range yang ingin dijumlahkan (dalam contoh ini adalah C5:C10) dan tekan Enter.

Gambar8. Contoh Penggunaan AutoSum





LATIHAN SOAL
Buatlah lembar kerja daftar penjualan ponsel dari PT. SEJAHTERA menjadi seperti bentuk dibawah ini. Serta isi pulalah tempat kosong pada kolom dan baris JUMLAH.

Ketentuan Soal :
• Buat rangkaian nama bulan dengan menggunakan fasilitas AutoFill
• Hitung jumlah penjualan mobil setiap bulannya dan untuk setiap merk
• Simpanlah lembar kerja pada komputer dengan menggunakan nama file Latihan.XLS.




J. Mengatur Lebar Kolom

1. Mengatur Lebar Kolom Menggunakan Mouse
① Arahkan pointer mouse pada batas kanan kolom yang akan diubah hingga tanda plus warna putih berubah menjadi tanda panah dua arah.
Catatan : Bila ingin mengubah lebar sederet kolom, terlebih dahulu bloklah kolom yang akan diubah lebarnya, kemudian tempatkan pointer mouse ke batas kanan salah satu kolom tersebut.
② Klik tombol kiri mouse, dan sambil terus menekan mouse geser(drag)-lah mouse hingga lebar kolom sesuai yang diinginkan.

2. Mengatur Lebar Kolom Sesuai Data Terpanjang
① Arahkan pointer mouse pada batas kanan huruf kolom yang akan diubah lebarnya.
② Klik dua kali pada batas kolom. Lebar kolom akan mengikuti data terpanjang yang ada pada kolom seperti terlihat pada gambar9.


Gambar9. Mengubah Lebar Kolom Sesuai Data Terpanjang



K. Mengatur Tinggi Baris
① Arahkan pointer mouse pada batas bawah baris yang akan diubah hingga tanda plus warna putih berubah menjadi tanda panah dua arah.
Catatan : Bila ingin mengubah tinggi sederet baris, terlebih dahulu bloklah baris yang akan diubah tingginya, kemudian tempatkan pointer mouse ke batas bawah salah satu baris tersebut.
② Klik tombol kiri mouse, dan sambil terus menekan mouse, geser(drag)-lah mouse hingga tinggi baris sesuai yang diinginkan.

L. Mengatur Format Tampilan Huruf
Data yang ketikkan pada lembar kerja dapat ditampilkan dengan berbagai bentuk untuk memudahkan dan membuat variasi dalam lembar kerja anda. Bentuk huruf (font), ukuran huruf (size), garis bawah (underline), warna huruf (color) dan efek khusus lainnya dapat anda tambahkan dalam data anda.

Dua cara dalam melakukan format huruf dapat ditempuh melalui perintah yang ada di baris menu dan toolbar.

① Format Melalui Perintah di Baris Menu
a. Sorot sel atau range yang akan anda format
b. Pilih dan klik menu Format(O), Cells (CTRL+1), dan kotak dialog Format Cells akan ditampilkan
c. Pada kotak dialog Format Cells tersebut, klik tab Font.
d. Tambahkanlah efek khusus yang diinginkan pada teks dan klik OK.


Gambar10. Kotak Dialog Format Cells – Tab Font

② Format Melalui Toolbar
Tabel2. Jenis2 Perintah Toolbar untuk Melakukan Format Tampilan Huruf
Toolbar Jenis Perintah Keterangan Fungsi

Text Font Memilih bentuk huruf (font)

Font Size Mengubah ukuran huruf (size)

Bold Menampilkan huruf tebal (bold)

Italic Menampilkan huruf miring (italic)

Underline Memberi garis bawah (underline)

Font Color Memilih warna huruf (font color)

M. Meratakan Tampilan Data
Bila diperlukan, anda dapat mengatur tampilan data yang tersimpan pada suatu sel atau range tertentu agar posisinya ditampilkan rata kanan, kiri, di tengah sel atau di tengah beberapa kolom tertentu.

Ada 2 cara yang dapat ditempuh dalam melakukan perataan tampilan data ini, yakni dengan menggunakan perintah yang ada di baris menu dan toolbar.

① Meratakan Data dengan Peintah di Baris Menu
a. Sorotlah sel atau range yang akan anda ubah tampilan datanya
b. Pilih dan klik menu Format(O), Cells (CTRL+1) dan kotak dialog Format Cells akan ditampilkan


Gambar11. Kotak Dialog Format Cells – Tab Alignment

c. Pada kotak dialog tersebut, klik tab Alignment
d. Lakukan pemilihan sesuai keinginan anda pada kotak :
• Vertical : digunakan untuk memilih perataan secara vertical. Pilihan yang dapat dilakukan adalah Top (rata atas), Center (rata tengah), Bottom (rata bawah), Justify (seluruh data ditampilkan pada sel secara penuh).

• Horizontal : beberapa pilihan yang dapat dilakukan adalah :
General Huruf ditampilkan rata kiri dan angka rata kanan
Left (Indent) Data ditampilkan rata kiri
Center Data ditampilkan rata tengah
Right Data ditampilkan rata kanan
Fill Mengisi seluruh sel dengan mengulang data
Justify Data ditampilkan pada sel secara penuh
Center Across Selection Data ditampilkan di tengah2 beberapa kolom
• Orientation : untuk mengatur orientasi data dan derajat kemiringannya.
e. Klik OK
Gambar12. Contoh Tampilan Data Secara Horizontal

Gambar13. Contoh Tampilan Perataan Data dengan Kemiringannya

② Meratakan Data dengan Perintah pada Toolbar

Tabel 3. Perintah Meratakan Data pada Toolbar
Toolbar Perintah Keterangan

Align Left Data ditampilkan rata kiri

Center Data ditampilkan rata tengah

Align Right Data ditampilkan rata kanan

Merge and Center Menyambung beberapa kolom, dan menaruh data ditengah kolom baru tersebut

N. Menambahkan Garis Pembatas dan Bingkai
① Sorotlah sel atau buatlah range, tempat yang akan diberi bingkai
② Pilih dan klik menu Format(O), Cells (CTRL+1). Lalu klik tab border. Kotak dialog akan tampil seperti di bawah ini.

Gambar14. Kotak Dialog Format Cells – Tab Border

③ Pada bagian Presets, pilih dan klik salah satu tombol berikut :
• None, digunakan untuk menghapus garis pembatas dan bingkai
• Outline, digunakan untuk membuat bingkai disekeliling sel atau range
• Inside, digunakan untuk membuat garis pembatas didalam range
④ Pada bagian Border, pilih dan klik garis pembatas yang diinginkan
⑤ Pada kotak pilihan Style, pilih jenis garis yang diinginkan
⑥ Pada kotak pilihan Color, pilihlah jenis warna yang diinginkan
⑦ Gambar di bagian border adalah preview bingkai atau garis pembatas yang telah anda set. Klik OK bila sudah selesai.


Gambar15. Contoh Bentuk Garis Pembatas dan Bingkai

O. Menyisipkan Sel, Baris dan Kolom
Kadangkala kita perlu untuk menyisipkan baris atau kolom karena saat memasukkan/mengetikkan data, ternyata ada data2 yang terlewat. Langkah2 yang dapat ditempuh adalah seperti berikut ini :
① Sorotlah sel, atau buatlah range tempat sel, baris atau kolom baru akan disisipkan
② Pilih dan klik di baris menu :
• Insert, Rows untuk menyisipkan baris baru
• Insert, Column untuk menyisipkan kolom baru
• Insert, Cells untuk menyisipkan sel baru
Gambar15. Contoh Penyisipan 2 Buah Baris Pada Lembar Kerja

P. Menghapus Sel, Baris atau Kolom
Selain data yang terlewat, terkadang kita juga menemukan data2 yang mengalami penulisan dua kali. Untuk yang semacam ini, untuk memperbaiki penulisan data dapat ditempuh dengan menghapus sel, baris ataupun kolom.
① Sorot sel atau range tempat sel, baris atau kolom yang akan dihapus
② Pilih dan klik menu Edit, Delete. Kotak dialog Delete akan ditampilkan
③ Pilih dan klik salah satu pilihan berikut ini :
• Shift cells left, digunakan untuk menghapus isi sel atau range yang anda sorot dan menggantinya dengan data pada baris sama di sebelah kanannya.
• Shift cells up, digunakan untuk menghapus isi sel atau range yang anda sorot dan menggantinya dengan data pada kolom sama di sebelah bawahnya
• Entire row, digunakan untuk menghapus seluruh baris pada sel atau range yang anda sorot
• Entire column, digunakan untuk menghapus seluruh kolom pada sel atau range yang anda sorot
④ Klik OK

SOAL LATIHAN
Buatlah lembar kerja daftar upah harian dari PT. SUKA MAKMUR seperti ditampilkan dibawah ini. Masukkan pula isi dari WAKTU KERJA dan TOTAL UPAH yang masih kosong, serta kemudian ubahlah bentuknya menjadi bentuk table.
Ketentuan Soal :
• Waktu Kerja = Jam Keluar Jam Masuk
• Total Upah = Waktu Kerja * 24 * Tarif Upah/Jam

KRITERIA KEPEMIMPINAN

BAB I
PENDAHULUAN


Pemimpin merupakan tugas yang sangat berat, karena seorang pemimpin itu mempunyai tanggungjawab moral yang sangat besar, bukan saja dihadapan manusia atau rakyat yang dipimpinnya, tetapi juga dihadapan Allah Swt. Pemimpin adalah orang yang posisinya didepan dan bertanggungjawab terhadap orang yang dipimpinnya. Secara azasi setiap orang bisa menjadi pemimpin, dan hakekatnya setiap orang itu adalah pemimpin. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Saw.

Artinya : “Dari Ibnu Umar r.a, dari Nabi Saw. Bersabda : Ingatlah setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinya, Pejabat adalah pemimpin bagi rakyatnya dan dia akan dimintai pertnaggungjawabannya, seorang bapak adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya, seorang ibu adalah pemimpin bagi suami dan anak-anaknya dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya, dan seorang budak juga pemimpin atas harta majikannya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya, ingat setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimimpinannya,” (H.R. Bukhori).

Hadist di atas menjelaskan bahwa setiap orang yang menjadi pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan Allah Swt. Seorang pejabat adalah pemimpin bagi rakyatnya, seorang Bapak pemimpin bagi keluarganya, seorang ibu juga pemimpin dalam rumah tangganya, seorang ulama pemimpin bagi umatnya, dan seorang guru juga adalah pemimpin bagi murid-muridnya. Oleh karena itu setiap individu baik laki-laki maupun perempuan mempunyai peluang untuk menjadi seorang pemimpin.
Dalam Al-Qur’an juga dijealskan tentang pedoman yang menyangkut kriteria seorang pemimpin yang boleh dan yang tidak boleh dipilih. Salah satu yang paling mendasar tentang kriteria yang boleh dijadikan sebagai seorang pemimpin adalah harus orang yang beriman, dan Allah melarang memilih pemimpin orang yang tidak beriman (kafir).


BAB II
KRITERIA SEORANG PEMIMPIN
DALAM PERSFEKTIF AL QUR’AN


A. Arti Pemimpin
Didalam Al Qur’an pemimpin disebut juga khaliah yang artinya pengganti. Sebagaimana Allah berfiman dalam kitab-Nya yaitu surat Al Baqarah ayat 30 :

Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." ......

Pemimpin sering disebut juga dengan kata “Wali” atau ‘Auliya” yang berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur’an surat al maidah ayat 55 :

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).(QS. Al Maidah : 55).

Dan masih banyak lagi dalam Al Qur’an maupun hadist kata yang mengandung arti pemimpin, seperti Amir, Sulthan Imam, dll.

B. Cara Memilih Seorang Pemimpin
Pemilihan pemimpin dapat terpenuhi apabila sebagian besar kaum muslimin sepakat atau dengan pencalonan dari kalangan para penasehat negara atau lembaga yang berwenang dalam penyelenggaraan negara seperti Majlis Permusyawaratan Umat, sebagai bentuk aplikasi prinsip permusyawaratan sebagai aturan hukum dalam islam, sebagaimana firmana Allah :

“…..dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka”. (QS. Asysyura : 38).

Berdasarkan Al Fiqhul Islami Wa’adillathu, Dr. Wahbah Az Zuhaili, jilid 6/hal.699.
Dari ayat tersebut di aats dapat ditafsirkan bahwa cara memilih pemimpin menurut islam adalah dilakukan dengan jalan musyawarah, sebab dengan musyawarah segala urusan akan mudah tercapai.

C. Syarat Seorang Pemimpin
Syarat utama seorang pemimpin berdasarkan ayat-ayat didalam Al Qur’an adalah harus orang yang beriman. Di antaranya dijelaskan dal Al Qur’an :
1. Surat An Nisa Ayat 144

144. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali [368] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?

[368] wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong.

Dalam penjelasan tafsir ini, bahwa Allah Swt. Melarang hamba-hamba-Nya yang mu’min untuk mengambil orang-orang kafir sebagai wali dengan mengesampingkan sesama mu’minnya. Menjadikan merka kawan-kawan dekat, penasehat-penasehatnya, saling cinta mencintai dengan mereka serta membuka rahasia dan hal ikhwal orang mu’min kepada mereka. Allah menegur dengan pertanyaan : “Apakah kamu dengan berkawan dengan orang-orang afir itu hendak memberi alasan nyata kepada Allah untuk menjatuhkan siks-Nya dan azab-Nya kepadamu ? (tafsir Ibnu katsir hal. 587).
Sementara itu, penjelasan dalam tafsir Al Maraghi (hal. 317 – 319), dikatakan bahwa setelah mencela kaum munafik, bahwa orang-orang yang bimbang, tidak mempunyai pendirian, kadang-kadanag bersatu dengan kaum mu’min dan kadang-kadang bersatu dengan kaum kafior, selanjutnya Allah memperingatkan kepada kaum mu’min agar tidak mengikuti perbuatan mereka, dan kaum mu’min yang lemah tidak mengangkat orang-orang kafir menjadi wali dengan mengabaikan orang-orang mu’min, hanya karena mencari kekuatan disisi mereka dan mengharapkan keuntungan.
Penjelasan potongan ayat :

Yang dimaksud wali disini ialah pemberian pertolongan, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan yang mengundang bahaya bagi kaum mu’minin.
Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt, dalam ayat yang lain :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(Al Maidah : 51)

Adapun mempekerjakan kaum Dzimmy didalam pemerintahan Islam adalah tidak dilarang. Para Shahabat Nabi Saw. Pernah mempekerjakan mereka dikantor-kantor amiriyah (keamiran), dan Abu Ishab Ash – Shaby pernah dijadikan Wazir (menteri) dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah.



As-Sulthan berarti hujjah dan keterangan Al Mubin berarti yang nyata. Makna ayat, apakah kalian ingin agar Allah mempunyai alasan yang nyata untuk menyiksa kalian, apabila kalian menjadikan mereka sebagai wali dengan mengabaikan kaum mu’minin ? sesungguhnya perbuatan itu hanya dilakukan oleh kaum munafik.



Ad-Darku atau Ad – Daraku berarti tingkatan yang paling rendah dari apda tingkatan yang lainnya. Jika lebih tinggi darinya, maka dinamakan Ad-Darajah. Neraka mempunyai tujuh Darakah (tingkatan). Dikatakan demikian karena tingkatan itu susul menyusul.. Ayat ini mengisyarakan bahwa tempat penyiksaan di akhirat mempunyai tingkatan yang sebagiannya lebih rendah dari pada sebagian yang lain. Sebagaimana halnya surga mempunyai beberapa tingkatan yang sebagiannya lebih tinggi dari pada sebagian yang lainnya.
Kaum munafik ditempatan pada tingkatan neraka yang paling rendah karena mereka merupakan penghuni neraka yang paling jahat. Hal itu disebabkan merkea menyatukan antara kekufuran dengan kemunafikan, disampin menipu rasul dan kaum mu’minin. Maka ruh dan jiwa mereka itu paling rendah. Oleh sebab itu mereka adalah manusia yang paling patut ditempatkan pada tingkatan neraka yang paling rendah.
Adapun kebanyakan dari kaum telah ditutup oleh ketidaktahuannya tentang hakikat tauhid. Mereka disamping beriman kepada Alla, juga menyekutukan-Nya dengan yang lain, seperti berhala dan patung yang mereka mengkiaskan hal itu dengan perlakuan terhadap para raja yang diktator dan para amir yang dzalim.


Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan bagi mereka seorang penolongpun yang akan menyelamatkan mereka dari azab atau meringankannya, lalu mengangkat mereka dari tingkat terendah ke tingkat yang paling atas.

2. Surat Ali Imran Ayat 118

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.(QS. Ali Imran : 118)

Ditafsirkan dalam kitab Shofwatut Tfsir (hal. 224) yakni janganlah engkau jadikan orang-orang munafik sebagai teman kepercayaan kalian, menyukai mereka dan kalian perlihatkan kepada mereka segala rahasia kalian, bahkan kalian jadikan mereka tidak akan pernah berhenti membuat kerusakan bagi kalian, mereka juga mengharap agar kalian berada dalam kesulitan dan apa yang dapat menjerumuskan kalian pada bahaya yang besar, sungguh telah jelas tanda-tanda permusuhan mereka terhadap kalian dari hati mereka sampai mereka mengucapkan dengan mulut mereka, padahal yang mereka sembunyikan untuk kalian dalam kebencian lebih banyak dari apa yang mereka nyatakan.
Ibnu katsir menjelaskan : bahwa Allah Swt. Berfirman sambil melarang hamba-hamba-Nya yang beriman dari menjadikan orang-orang munafik menjadi teman kepercayaan, mereka memperlihatkan kepada mereka rahasia mereka dan apa yang mereka sembunyikan untuk musuh-musuh mereka, padahal orang-orang munafik dengan segala kemampuan dan kekuatan mereka, merkea tidak akan berhenti mencelakai orang-orang yang beriman, yakni berusaha untuk menentang mereka dan apa yang dapat membahayakan mereka dengan berbagai kemungkinan, dan dengan kemampuan mereka untuk membuat makar atau tipu daya dan mereka menginginkan apa-apa yang dapat menyulitkan orang-orang yang beriman dan memberatkan mereka.
     

Dari potongan ayat diatas dapat diambil pengertian bahwa Ahlu Adz Dzimmah (Non Muslim yang dalam perlindungan) tidak dipakai dalam tugas pencatatan yang didalamnya terdapat penelitian terhadap kaum muslimi, dan mengamati privasi (kebebasan) urusan mereka yang dikhawatirkan akan mempublikasikannya kepada musuh-musuh dari ahli harb (orang-orang yang memerangi islam), oleh karena itu Allah berfirman dalam lanjutan ayat-Nya.

Yakni orang-orang munafik menyukai perbuatan yang memojokanmu dan memberatkanmu.
Dan dalam potongan ayat selanjutnya.



Yakni telah nampak sekali diwajah-wajah mereka dan ucapan-ucapan mereka suatu permusuhan, begitu juga dengan apa yang tersembunyikan dalam hati-hati mereka dari kebencian dan apa yang tidak tersembunyi bagi yang mengetahuinya lebih besar lagi, oleh karena itu Allah berfirman dalam lanjutan ayat-Nya :

..... telah kami jelaskan tanda-tandanya jika kalian memahami

BAB III
KESIMPULAN


Memilih Pemimpin adalah suatu keharusan yang tidak dapat disanggah lagi bagi setiap mu’min. Baik berdasarkan syari’at Islam maupun berdasarkan logikal akal sehat, agar tidak dikuasai oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Swt. Dan rasul-Nya. Karena Allah Swt. Secara tegas melarang orang-orang yang beriman mengankat atau mengambil orang-orang yang tidak beriman (kafir) untuk tidak dijadikan sebagai pemimpin dan wali bagi orang-orang yang beriman.

??????????Wa Allahu ‘Alam Bil Muradihi??????????

Makalah Filsafat Ilmu

A. Pengertian Metode Berpikir Ilmiah
Secara etimologi, metode berasal dari bahasa yunani yaitu kata meta (sesudah atau dibalik sesuatu) dan hodos (jalan yang harus ditempuh). jadi metode adalah langkah-langkah (cara dan teknis) yang diambil, menurut urutan atau sistematika tertentu untuk mencapai pengetahuan tertentu, Metode menurut Senn, merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. jadi metodologi ilmiah merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah.
Metode berpikir ilmiah merupakan prosedur, cara atau teknik dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu, jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah atau dengan kata lain bahwa suatu pengetahuan baru dapat disebut suatu ilmu apabila diperoleh melalui kerangka kerja ilmiah, syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan bisa disebut ilmu tercantum dalam apa yang dinamakan metode ilmiah. Pendapat lain mengatakan bahwa metode ilmiah adalah sebuah prosedur yang digunakan ilmuwan dalam pencarian kebenaran baru. Dilakukan dengan cara kerja sistematis terhadap pengetahuan baru dan melakukan peninjauan kembali kepada pengetahuan yang telah ada. Tujuan dari penggunaan metode ilmiah adalah tuntutan supaya ilmu pengetahuan bisa terus berkembang seiring perkembangan zaman dan menjawab tantangan yang dihadapi.

B. Manfaat Metode Berpikir Ilmiah
Seperti diketahui bahwa berpikir adalah kegiatan mental yang menghasilkan pengetahuan. Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran, dengan menggunakan metode berpikir ilmiah manusia bisa terus meng Up date pengetahuan menggali dan mengembangkannya. Sifat ingin tahu pada diri manusia mendorong manusia mengungkapkan pengetahuan, meski dengan cara dan pendekatan yang berbeda.
M. Solly Lubis menjelaskan bahwa manusia mampu mengembangkan pengetahuannya karena dua hal: pertama, manusia mempunyai bahasa yang dapat dijadikan media untuk mengkomunikasikan informasi dan jalan pikirannya; dan kedua, manusia memiliki kemampuan berpikir berdasarkan suatu alur dan kerangka berpikir tertentu, dengan kata lain, bahasa yang komunikatif dan nalar memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuannya, dan nalar sebagai bagian dari kegiatan berpikir memiliki dua ciri utama yaitu logis dan analitis
Secara historis, terdapat empat cara manusia memperoleh pengetahuan yang tadi disebut sebagai pelekat dasar kemajuan manusia, keempat cara tersebut adalah: 1) berpegang pada sesuatu yang sudah ada (metode keteguhan); 2) merujuk kepada pendapat ahli (metode otoritas); 3) berpegang pada intuisi (metode intuisi); 4) menggunakan metode ilmiah. Cara pertama Sampai cara ketiga, disebut sebagai cara kebanyakan orang, atau orang awam dan cenderung tidak efisien, dan kurang produktif bahkan terkadang tidak objektif dan tidak rasional. Sedangkan cara terakhir, yaitu metode ilmiah adalah cara ilmiah yang dipandang lebih rasional, objektif, efektif dan efisien. Cara yang keempat ini adalah cara bagaimana para ilmuwan memperoleh ilmu yang dalam prakteknya metode ilmiah untuk mengungkapkan dan mengembangkan ilmu dikerjakan melalui cara kerja penelitian.
Bahwa manusia disadari atau tidak akan selalu menghadapi masalah, manusia selalu dituntut untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya bagaimana seorang nelayan agar bisa mendapatkan ikan yang banyak, petani agar tanamannya tidak diserang hama dengan hasil yang memuaskan, termasuk bagaimana cara mendidik anak tentu semua itu ada metode penyelesaiannya terlepas dari apakah permasalahan itu modusnya sama dengan yang pernah terjadi dulu sekalipun dengan tantangan baru maka metode penyelesaiannya pun harus baru pula. Karena itulah tuhan memberikan manusia akal pikiran, agar manusia mengoptimalkan fasilitas yang suduh diberikan oleh tuhannya agar bisa menjawab tantangan zaman dan permasalahan yang muncul dengan seting sosial dan modus yang berbeda pula. Masalahnya bisakah manusia bercocok tanam, menangkap ikan, mendidik anak dengan baik tanpa adanya metode tertentu dalam melahirkan pengetahuan. Dan pengetahuan diperoleh melalui sebuah sistem tata fikir yang dilakukan manusia, oleh karena itu hal ini menunjukan bahwa penelitian ilmiah dengan metode ilmiah memiliki peranan penting dan memberikan manfaat yang banyak dalam membantu manusia dalam memecahkan permasalahannya. Pengetahuan mempunyai sistem dan ilmu adalah pengetahuan yang sistematis, pengetahuan yang dengan sadar menuntut kebenaran, dan melalui metode tertentu.

C. Prosedur Berpikir Ilmiah
Penalaran rasional dan empiris merupakan dua model yang selalu menjadi sumber sekaligus metodologis dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, ilmu yang dihasilkan dari sumber tadi, selalu menuntut dilakukan observasi dan penjelajahan baru terhadap masalah yang dihadapi dari pra anggapan (hipiotesis/dedukasi), pengujian dilakukan melalui studi lapangan (empiris/induksi). Jadi metode ilmiah adalah penggabungan antara cara berpikir deduktif (rasional) dan induktif (empiris) dalam membangun pengetahuan.
Secara rasioanal maka ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai dengan fakta dan yang tidak. Dengan demikian bahwa semua teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama yakni (a) harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan; dan (b) harus cocok dengan fakta-fakta empiris sebab teori yang sekiranya tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah.
Jadi logika ilmiah merupakan gabungan antara logika deduktif dan logika induktif dimana rasionalisme dan empirisme hidup berdampingan dalam sebuah sistem. Teori apapun konsistennya jika tidak didukung pengujian empiris maka tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah. begitupun sebaliknya seberapa pun faktualitasnya fakta-fakta yang ada, tanpa didukung asumsi rasional maka ia hanya akan menjadi fakta yang mati yang tidak memberikan pengetahuan kepada manusia.
Oleh karena itu, sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, yang biasanya disebut hipotesis. Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang kita hadapi, hipotesis berfungsi sebagai penunjuk jalan yang memungkinkan kita untuk memperoleh jawaban. Hipotesis disusun berdasarkan cara kerja deduktif, dengan mengambil premis-premis dari penetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya. Penyususnan hipotesis berguna untuk menunjang terjadinya konsistensi pengembangan ilmu secara keseluruhan dan menimbulkan efek kumulatif dalam kemajuan ilmu. Hipotesis dapat menjadi jembatan pemanduan antara cara kerja deduksi dan induksi.
Langkah selanjutnya setelah penyusunan hipotesis adalah menguji hipotesis tersebut dengan mengkonfrontasikannya, mengkomunikasikannya dengan dunia fisik yang nyata, dalam proses pengujian ini merupakan pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan. fakta-fakta ini bisa bersifat sederhana yang bisa langsung ditangkap oleh panca indra ada juga yang harus menggunakan alat seperti teleskop dan mikroskop.
Dengan adanya jembatan berupa penyusunan hipotesis, metode ilmiah sering dikenal sebagai proses logico-hypofhetico-verifikafio (logic, hipotetik, sekaligus verifikatif). Perkawinan berkesinambungan antara deduksi dan induksi disebut dengan prosedur berpikir ilmiah. proses induksi diperlukan untuk melakukan verifikasi atau pengujian hipotesis di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah sebuah hipotesis didukung oleh fakta atau tidak.
"Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses Logico-hypofhefico-verifikafio ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:
1. Perumusan masalah yang merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
2. Pernyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan
3. Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan
4. Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak
5. Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup dan mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Sebaliknya sekiranya dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang cukup mendukung hipotesis maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya serta telah teruji kebenarannya. Pengertian kebenaran di sini harus ditafsirkan secara pragmatis artinya bahwa sampai saat ini belum terdapat fakta yang menyatakan sebaliknya.

Keseluruhan langkah ini harus ditempuh agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah. langkah-langkah diatas harus dianggap sebagai patokan utama di mana dalam penelitian yang sesungguhnya mungkin saja berkembang berbagai variasi sesuai dengan bidang dan permasalahan yang diteliti.
Berdasarkan gambaran diatas, maka metode ilmiah merupakan suatu rangkaian langkah yang tertib dan sistemik, namun demikian suatu metodologi bisa dipahami ilmuwan dengan ragam pendapat, seperti J Eigelbener menyebut ada lima langkah dalam melakukan prosedur dan metode berpikir ilmiah, kelima langkah tersebut adalah
1. Adanya analisis terhadap masalah, analisis ini berguna untuk menetapkan apa yang hendak dicari, memberi bentuk dan arah pada telaah penelitian
2. Pengumpulan fakta-fakta
3. Penggolongan dan pengaturan data agar dapat menentukan kesamaan-kesamaan, urutan-urutan dan hubungan-hubungan yang ada dan bersifat simultan
4. Perumusan kesimpulan dengan menggunakan proses penyimpulan logika dan penalaran
5. Pengujian dan pemeriksaan kesimpulan-kesimpulan

Pendapat lain menyatakan bahwa prosedur ilmiah mencakup tujuh langkah, yaitu
1. Mengenal adanya suatu situasi yang tidak menentu. Situasi yang bertentangan atau kabur yang menghasilkan penyelidikan
2. Menyatakan masalah dalam istilah-istilah yang spesifik
3. Merumuskan suatu hipotesis
4. Merancang suatu metode penyelidikan yang terkendali dengan jalan pengamatan atau percobaan
5. Menumpulkan dan mencatat data kasar agar mempunyai suatu pernyataan yang mempunyai makna dan kepentingan
6. Melakukan penegasan yang dapat dipertanggungjawabkan
7. Melakukan penegasan terhadap apa yang disebut metode ilmiah.

D. Aspek pendukung metode berpikir Ilmiah
Selain prosedur berpikir ilmiah terdapat hal-hal lain yang juga berperan penting dalam mendukung metode berpikir ilmiah. Archi J. Bahm menyatakan bahwa aspek-aspek itu adalah :
1. Masalah. Masalah akan menentukan ada atau tidak adanya ilmu, tidak ada masalah maka tidak ada ilmu, dan masalah juga sebagai langkah pertama dalam satu penelitian ilmiah. sesuatu dianggap masalah jika terjadi pertentangan antara harapan akan sesuatu yang seharusnya (das solen) dengan kenyataan (das sain).
2. Sikap ilmiah, sikap ilmiah memiliki enam karakteristik, yaitu
a. Rasa ingin tahu (Scientific curiosity). Rasa ingin tahu ditujukan untuk memahami keberadaan, hakekat, fungsi hal tertentu dan hubungannya dengan hal-hal lain, ada rasa ingin tahu yang menjadi pemicu munculnya pertanyaan serta dilakukannya penyelidikan, pemeriksaan, penjelajahan, percobaan dalam rangka mencapai pemahaman.
b. Spekulatif. Merupakan sikap ilmiah yang diperlukan untuk mengajukan hipotesis-hipotesis (bersifat deduktif) untuk mencari solusi permasalahan
c. Objekiif. Dimaknai dengan sikap yang selalu sedia untuk mengakui subjektivitas (bersifat relative) terhadap apa yang dianggap benar
d. Keterbukaan. Adalah kesediaan untuk mempertimbangkan semua masukan yang relevan mengenai permasalahan yang dikerjakan
e. Kesediaan untuk menunda penilaian. Tidak memaksakan diri untuk memperoleh jawaban jika penyelidikan belum memperoleh bukti yang diperlukan
f. Tentatif. Artinya tidak bersikap dogmatis terhadap hipotesis maupun simpulan, tetap menyadari bahwa tingkat kepastian pembuktian selalu kurang dari seratus persen dan selalu memungkinkan untuk meninjau kembali terhadap apa yang diyakini benar

3. Aktivitas ilmiah
Ketika para ilmuwan melakukan riset atau penelitian ilmiah, itulah yang dimaksud dengan aktivitas ilmiah. Walter R. Borg dan Meredith D. Gall, menyebutkan tujuh langkah yang ditempuh seorang peneliti dalam melakukan penelitiannya. Tujuh langkah tersebut adalah:
a. Recognition of the problem (menyusun sesuatu yang disebut sebagai masalah
b. Development of problem in clear, specific terms (melakukan permusan masalah, atau mendefinisikan masalah kedalam bentuk operasional
c. Development of hyphoteses (menyusun hipotesis/dugaan sementara)
d. Development of techniques and measuring instrument that will provide objective date pertinent to the hyphoteses (menetapkan teknik dan menyusun instrument penelitian)
e. Collection of date (mengumpulkan data yang diperlukan)
f. Analysis of date (melakukan analisis terhadap data yang terkumpul)
g. Drawing conclusions retative fo the hypotheses base upon the date (menggambarkan kesimpulan yang berhasil dipecahkan dari masalah yang
diangkat dengan metode yang digunakan).

Penelitian merupakan pencerminan secara kongkret kegiatan ilmu dalam memproses pengetahuannya. Struktur berpikir yang melatar belakangi langkah-langkah dalam penelitian ilmiah adalah metode keilmuan. Dengan demikian maka penguasaan metode ilmiah merupakan persyaratan untuk dapat memahami jalan pikiran yang terdapat dalam langkah-langkah penelitian.
Penelitian merupakan activitas penyelesaian sesuatu yang dianggap sebagai masalah yang bertujuan untuk menemukan jawaban dari persoalan yang signifikan melalui penerapan prosedur-prosedur ilmiah. penelitian terhadap ilmu tidaklah ditentukan oleh keahlian teorinya sepanjang zaman melainkan terletak dalam kemampuan memberikan jawaban terhadap permasalahan manusia dalam tahap peradaban terentu. Merupakan fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa pada kurun masa kini kita mempergunakan berbagai kemudahan dan fasilitas yang dikembangkan oleh ilmu dan tekonologi, umpamanya sarana komunikasi, transportasi, kemudahan tersebut dikembangkan berdasarkan pengetahuan ilmiah yang kebenarannya diakui pada masa kini. Dan dikemudian hari mungkin saja harus diciptakan sarana komunikasi dan transportasi lain yang memerlukan teori Sain pula untuk mengembangkannya.

E. Kesimpulan
Demikian secara singkat telah dibahas hakikat metode ilmiah yang dengan alur-alur pikirannya tercermin dalam langkah-langkah tertentu. Alur pikiran keilmuan inilah yang penting sebab ilmu pada kenyataannya yang paling asasi adalah produk kegiatan berpikir lewat suatu cara berpikir tertentu.
Metode ilmiah adalah penting bukan saja dalam proses penemuah pengetahuan namun lebih-lebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuah ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuwan.
Perbedaan utama antara metode ilmiah dengan metode pengetahuan lain adalah hakikat metode ilmiah yang bersifat sistematik dan eksplisit. Sifat eksplisit ini memungkinkan terjadinya komunikasi yang intensif dalam kalangan masyarakat ilmuwan. Ilmu ditemukan secara individu namun dimanfaatkan secara social. Dan ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan keberannya telah teruji secara empiris.

Daftar Pustaka

Praja. Juhaya S. Aliran-Aliran Filsafat dan Etika. Jakarta: Prenada Media, 2005
Sumarna. Cecep. Rekonstruksi limu. Bandung: Benang Merah Press, 2005 Sumarna. Cecep. Filsafat llmu. Bandung: Mulia Press, 2008
Suriasumantri. Jujun S. Filsafat llmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1996